Tampilkan postingan dengan label ban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ban. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

Tips Merawat Ban Motor Anda

Ban adalah bagian yang vital pada sepeda motor , apalagi jika sepeda motor kita digunakan pada saat musim hujan, kondisi ban haruslah mendapat perhatian lebih. Untuk mendapatkan kinerja maksimal, ban harus mendapatkan perawatan yang baik.

Ban yang aus akan berkurang kinerjanya, baik dalam ketahanan maupun fungsi traksinya.
Sebaiknya ban diganti jika kembang ban sudah tipis 0.8 mm. Pada saat melintasi genangan air,  “alur ban” akan menyalurkan air kearah samping ban. Jika alur ban sudah tidak ada (ban gundul tanpa kembang), maka air tidak dapat di distribusikan kearah samping, akibatnya ban terangkat ke permukaan air. Hal tersebut akan membuat sepeda motor oleng. Oleh karena itu, penggantian ban hendaknya jangan sampai menunggu ban benar-benar gundul.

Untuk memilih dan merawat ban, perhatikanlah hal-hal berikut ini :

1 # Gunakan tipe ban yang tepat sesuai dengan kondisi penggunaan, kapasitas pembebanan dan kecepatannya.

Jika melakukan penggantian Ban, Sebaiknya menggunakan merk dan Tipe yang sama antara ban depan dan belakang, ini sangat disarankan, karena pabrikan ban biasanya sudah memperhitungkan kinerja ban depan dan belakang untuk saling ber akselerasi. Jika merk berbeda, sudah pasti type/motif kembang ban juga berbeda, sehingga akan menyebabkan kinerja ban berlainan. Cara aman, gunakanlah tipe ban yang sudah direkomendasi oleh Pabrikan sepeda moto anda, karena sudah pasti pihak pabrikan sudah melakukan test dengan berbagai kondisi cuaca.

2 # Tekanan ban harus dijaga sesuai spesifikasi pabrikan. Walaupun hal ini sangat penting dan mudah untuk dilakukan, namun banyak pengguna motor yang tidak memperhatikannya.

Pemeriksaan tekanan angin pada ban sebaiknya sesuai standar (bacalah spesifikasi pabrik pada buku panduan pemilik kendaraan bermotor). Jika terlalu rendah tekanannya, sepeda motor akan terasa berat saat dikendarai dan akan mudah bocor karena ban bagian dalam akan bergesekan dan menimbulkan panas/kalor berlebih. Jika terlalu kencang tekanannya akan terasa tidak stabil pada kecepatan menengah atau tinggi, dikarenakan permukaan ban yang menyentuh permukaan jalan terlalu kecil.

3 # Pasanglah “Tutup pentil” , karena akan mencegah masuknya kotoran dan juga berfungsi sebagai penyekat tambahan.

4 # Jika anda memakai ban tube less (tanpa ban dalam), usahakan saat mengganti ban dengan yang baru, ganti juga pentilnya karena pada pentil terdapat ”O” ring yang terbuat dari karet yang akan berubah sifat kekerasan dan elastisitasnya seiring dengan waktu pemakaiannya. ”O” ring yang sudah mengeras biasa akan retak sehingga rawan terjadi kebocoran pada ban.

5 # Disarankan pada saat mengganti ban luar dilakukan bersamaan dengan penggantian ban dalam, agar terjadi singkronisasi kinerja keduanya. Ban dalam yang sudah lama dipakai, akan mudah mengalami kebocoran. Apalagi jika sudah terlalu banyak tambalannya.



Semoga bermanfaat....,
Sumber : sebuah email seorang rekan club motor PT. Cardig Logistics Indonesia